Tampilkan postingan dengan label Sejarah Pendidikan Tenaga Teknis Kefarmasian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Pendidikan Tenaga Teknis Kefarmasian. Tampilkan semua postingan
Sejarah Pendidikan Tenaga Teknis Kefarmasian

Sejarah Pendidikan Tenaga Teknis Kefarmasian

[caption id="attachment_694" align="alignleft" width="270" caption="Sejarah pendidikan tenaga teknis kefarmasian"]Sejarah pendidikan tenaga teknis kefarmasian[/caption]

Mari kita ingat kembali, pendidikan pertama Asisten Apoteker dirintis dari negeri belanda dan tercatat pertama dari Indonesia yang berhasil lulus pada tahun 1908. Kemudian sekitar tahun 1918-1934 berdiri Pendidikan Asisten Apoteker yang pertama “Leergang voor de opleiding van apothekers bedienden onder de naam van apothekers-assistentenschool”. Dengan persyaratan pendidikan awal dari “Mulo bag B” (setara SMP), dan lulusannya hanya dibatasi samapai 20% saja.

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, pada tahun 1946 didirikan Sekolah Asisten Apoteker yang pertama dan dikelola oleh tenaga bangsa Indonesia di Yogyakarta. Sekolah Asisten Apoteker (SAA) tetap dipertahankan dari setelah kemerdekaan hingga tahun 1965, karena pada tahun tersebut Sekolah Asisten Apoteker berganti nomenklatur menjadi “Sekolah Menengah Farmasi (SMF)”. Kemudian sekitar tahun 2007, pemerintah mengeluarkan peraturan mengenai perubahan status pendidikan Asisten Apoteker ini menjadi “Sekolah Menengah Kejuruan Keahlian Farmasi (SMK KF)”, hal ini disesuaikan dengan program pemerintah untuk menyiapkan tenaga menengah dan perbandingan antara sma dan smk menjadi (30:70). Di Samarinda SMK Farmasi pertama didirikan pada tahun ajaran 2006/2007.

Untuk Akademi Analis Farmasi dan Makanan (AKAFARMA) yang pertama di Indonesia, didirikan oleh Yayasan Putera Indoneis Malang. AKAFARMA