Tampilkan postingan dengan label Artikel Farmasi Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Farmasi Indonesia. Tampilkan semua postingan
Studi Kasus Farmasi: Batasan Penanggung Jawab & Monopoli

Studi Kasus Farmasi: Batasan Penanggung Jawab & Monopoli

kasus monopoli / persaingan usaha tidak sehat farmasiSalah satu kelebihan rekan-rekan kita yang telah lama melalang buana diberbagai tempat produksi, distribusi, maupun pelayanan kefarmasian (suka gonta ganti tempat kerja maksudnya kali ya :), adalah banyak mengetahui kondisi riil di lapangan tentang dunia farmasi saat ini. Ditempat kerja terdahulu tentunya memiliki kebijakan yang berbeda dengan tempat kerja sekarang, dalam hal melakukan praktik pekerjaan kefarmasian. Ada hal-hal yang sifatnya postitif, tapi tidak sedikit pula hal negatif yang menjadi pengalaman seorang tenaga kefarmasian. Oleh karenanya kita harus terus belajar, berharap dengan demikian dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Jangan sampai masuk zona abu-abu, apalagi terperosok ke lembah hitam. Untuk bahan pembelajaran kali ini, kita akan mempelajari studi kasus mengenai batasan menjadi penanggung jawab dan praktek monopoli dibidang farmasi. Yuk mari mulai saja.

Sebagai bahan studi kasus, saya contohkan sebagai berikut: "Apoteker A menjadi penanggungjawab apotek B yang sekaligus sebagai PSA. Suatu saat ia mendapatkan tawaran untuk menjadi penanggungjawab PBF
Pertikaian Profesi Farmasi

Pertikaian Profesi Farmasi



[caption id="attachment_527" align="alignleft" width="300" caption="Pertikaian profesi farmasi"]Pertikaian profesi farmasi[/caption]

Rekan-rekan pasti sudah banyak mendengar ataupun melihat bermacam-macam jenis pertikaian dibumi Indonesia ini. Namun kebanyakan diantara penyebab pertikaian tersebut, diawali karena permasalahan yang sangat sepele. Contohnya saja para supporter sepakbola, yang karena klub idolanya kalah, melampiaskan kekecewaannya tersebut dengan bertikai dengan supporter lawan, dan bisa menimbulkan korban jiwa. Kemudian yang baru-baru ini sering tayang di tv nasional ialah pertikaian antar warga di tarakan. Rekan-rekan tau penyebabnya? Kata warga setempat sih karena permasalahan penerimaan CPNS. Coba bayangkan perbandingan antara nilai sebuah jabatan/ posisi/ golongan/ apapun itu ketika telah menjadi PNS, bandingkan dengan nilai nyawa dari korban pertikaian tersebut.

Tapi disni saya tidak akan membahas semua permasalahan itu, saya akan persempit cakupannya ke profesi farmasi yang kita cintai ini. Untuk membahas pertikaian antara dan sesama profesi di farmasi, tentu harus paham terlebih dahulu apa itu profesi farmasi. Mari kita mulai..

Profesi Farmasi


Sesuai dengan Peraturan
Organisasi TTK di Amerika

Organisasi TTK di Amerika

[caption id="attachment_716" align="alignleft" width="236"]organisasi ttk npta organisasi ttk npta[/caption]

Beberapa waktu ini saya menulis bagaimana keadaan Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) dinegara lain, terutama negara USA yang katanya bersistem liberalis dan malaysia yang merupakan negara tetangga kita. Alasan saya menulis, artikel-artikel tersebut ialah karena kebiasaan masyarakat kita yang masih suka membandingkan dengan yang lain, terutama yang lebih baik. Karena itu sekarang saya juga akan menulis tentang organisasi yang mengayomi Tenaga Teknis Kefarmasian di Amerika.

Terdapat tiga organisasi yang berfokud pada Tenaga Teknis Kefarmasian di Amerika, yaitu:

  • National Pharmacy Technician Association (NPTA)

  • American Association of Pharmacy Technician (AAPT)

  • Pharmacy Technician Educators Council (PTEC)


Wah, kok bisa ya sampai ada tiga organisasi yang bergelut di dunia TTK. Apa terjadi perpecahan diantara para TTK USA, sehingga ada tiga organisasi? Untuk menjawabnya, mari kita ikuti mulai dari sejarahnya.

Sejarah Organisasi Tenaga Teknis Kefarmasian Amerika


American Association of Pharmacy Technician (AAPT), didirikan pada tahun 1979. Kemudian pada Agustus
AA atau TTK

AA atau TTK

[caption id="attachment_1106" align="alignleft" width="186" caption="TTK atau AA"]Tenaga Tehnis Kefarmasian atau Asisten Apoteker | TTK atau AA[/caption]

Rekan-rekan Asisten Apoteker, atau dalam keseharian profesi biasa dipanggil “AA”. Tentu pernah atau malah sering dicandai orang lain dengan sebutan “EE”. Pasti rekan-rekan merasa terhina kan! Siapa yang ga akan merasa terhina dengan plesetan “EE”, yang merupakan sebutan yang biasa digunakan untuk anak kecil bila ingin buang air besar. Walau dalam situasi yang bercanda, paling tidak akan terbesit rasa sakit hati atas penghinaan ini. Dan tidak jarang candaan itu dilakukan didepan kita seperti hal yang biasa terjadi, sedangkan kita hanya bisa tersenyum kecut mendengarnya. Bahkan senior-senior AA, walau sudah beralih profesi, saya lihat hanya bisa tersenyum pahit untuk sekedar menghargai candaan itu.

Padahal “AA” yang merupakan singkatan dari Asisten Apoteker, merupakan singkatan yang sudah bagus. Siapa sih yang ga mau dipanggil “AA” seperti “AA Jimmy” atau “AA sayang” :). Dan Asisten Apoteker merupakan profesi yang harus dibanggakan, seperti yang rekan-rekan telah ungkapkan dalam forum facebook Persatuan
Sejarah Pembantu Farmasi di Malaysia

Sejarah Pembantu Farmasi di Malaysia

[caption id="attachment_724" align="alignleft" width="142" caption="pembantu farmasi malaysia"]pembantu farmasi malaysia[/caption]

Kalau kemarin saya menulis tentang perbandingan profesi TTK dan AA di negeri Paman Sam. Sekarang kita bandingkan sejarah profesi kita di negeri sendiri dengan negeri tetangga, Malaysia. Perbedaan paling mencolok ialah pada gelar/ nama profesi, kalau di negeri kita AA atau sekarang TTK, maka di negeri tetangga tersebut pada awalnya disebut Pembantu Farmasi. Berikut cerita selengkapnya.

Sejarah


Sekitar bulan September 1957, kira-kira sebulan setelah Kemerdekaan Malaysia, sejarah profesi ini dimulai. Ditahun tersebut pelatihan Pembantu Farmasi dilakukan oleh "premis Sekolah Latihan Jururawat, Hospital Besat Pulau Pinang". Dan kemudian setelah sekian lama sekitar tahun 1964, sekolah tersebut berganti nama menjadi "Sekolah Latihan Pembancuh Ubat". Program pendidikannya pun sederhana, yaitu teori selama setahun dan magang selama 2 tahun. Pada tahun itu juga, sekolah tersebut pindah lokasi ke "Makmal Ubat dan Stor, Jalan Universiti (G.M.S - General Medical Store)", yaitu tempat "Ibu Pejabat Perkhidmatan Farmasi Malaysia (Bahagian Perkhidmatan Farmasi KKM)".

Perubahan Gelar/ Profesi


Secara resmi sih, perubahan nama profesi di Malysia terjadi sebanyak 3 kali, namun terdapat sekali perubahan nama profesi yang tidak resmi. Secara resmi nama profesi pertama mereka yang mulai digunakan pada
Kebhinekaan Hambatan Farmasi Indonesia

Kebhinekaan Hambatan Farmasi Indonesia

[caption id="attachment_605" align="alignleft" width="200"]Kebhinekaan Hambatan Farmasi Indonesia Kebhinekaan Hambatan Farmasi Indonesia[/caption]

Bhineka Tunggal Ika merupakan moto negera kita yang tertulis dalam pita yang selalu dibawa oleh lambing Negara kita, Garuda Indonesia. Moto itu berasal dari kitab sutasoma Karangan empu tantular, yang artinya berbeda-beda tetapi satu jua. Bila dimaknai secara mendalam maka walaupun Indonesia ini terdiri dari banyak suku, agama, ras, bahasa, kesenian, adat, dan lain-lain, tetapi merupakan satu kesatuan bangsa dan tanah air.

Begitupun dengan dunia farmasi sekarang ini. Tenaga kefarmasian yang secara teori dalam peraturan perundang-undangan hanya terdiri dari dua profesi, sebenarnya memiliki keberagaman yang dua kali lipat lebih banyak dari yang terlihat sekarang. Kemudian timbul pertanyaan, apakah keragaman ini akan membawa berkah berupa persatuan atau malah membawa bencana berupa perpecahan diantara kita?

Keberagaman Farmasi Indonesia


Dari PP 51/2009, kita dapat menyimpulkan bahwa memang profesi farmasi terbagi menjadi dua yaitu Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian. Namun jenjang pendidikan kefarmasian yang diakui sebagai tenaga kefarmasian lah yang sebenarnya menjadikan dunia kefarmasian ini lebih bewarna. Jenjang pendidikan tersebut bila dilihat dari sejarahnya, ialah Tenaga Menengah Farmasi, Akademi Farmasi, Akademi Analis Farmasi dan Makanan, S1 Farmasi, dan Apoteker.

Emangnya kenapa? Toh tetap juga terbagi menjadi Tenaga Teknis Kefarmasian atau Apoteker saja. Sekarang anda tanyakan pada diri sendiri, apakah adil bagi
IKATAN APOTEKER INDONESIA

IKATAN APOTEKER INDONESIA

[caption id="attachment_742" align="alignleft" width="200" caption="Ikatan Apoteker Indonesia"]Ikatan Apoteker Indonesia[/caption]

Berikut saya kutip profil Ikatan Apoteker Indonesia dari facebook-nya,

“Tepat pada hari Rabu, 09 Desember 2009 jam 00.09 adalah hari yang ber-Sejarah dalam Dunia Apoteker Indonesia setelah selama 50 tahun lebih berada dalam kebingungan mendefinisikan diri dalam kungkungan sebutan Ikatan Sarjana Farmasi (ISFI). Kini telah berubah menjadi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Keajaiban pun terjadi. Sembilan menit berikutnya, apoteker langsung dihadapkan pada Ujian dan Cobaan yang amat berat. Mudah-mudahan, dengan tetap berpegang teguh kepada kebenaran, professional dalam bertindak yang dilandasi oleh kejernihan dalam berfikir, penghargaan atas norma dan Per-UU yang berlaku serta senantiasa berharap kepada Ridho Allah SWT; Insya Allah semua dapat teratasi dengan baik. Kedepan, akan terpapar dengan benderang siapa yang sebenarnya layak beroleh pahala-Nya. Mari kita berbenah ! Semoga kita, para Apoteker semakin mampu meraih Martabat yang dicita-citakan”.

Setelah sekian lama, kurang lebih 50 tahun, Apoteker Indonesia berada dibawah naungan ISFI. Akhirnya setelah diundangkan PP No. 51/2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian tanggal 1 September 2009, para Apoteker dengan cepat membentuk organisasi sendiri. Kalau dilihat dari anggota Facebook, sekarang berjumlah 1156 anggota, tetapi ini tidak berarti anggota IAI segitu lho. Hal inilah yang patut dicontoh oleh PAFI, yang umurnya lebih dari 60 tahun, untuk segera memperbaiki organisasi kita ini.